BULAN BAHASA 2026

Hai hai hai, P-assengers! Back on track with PIDAS81! Gak kerasa ya, kita sudah memasuki bulan Oktober di tahun ajaran baru ini. Tandanya, Bulan Bahasa sudah hadir kembali bersama kita! BULBA adalah kegiatan tahunan untuk merayakan Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda tiap tanggal 28 Oktober. Di acara ini, selalu ada lomba-lomba baru setiap tahunnya yang terinspirasi dari perlombaan nasional seperti FLS3N. Lomba-lombanya dimulai dari stand-up comedy, film pendek, desain poster, koran dinding, solo vokal, membaca puisi, mendongeng, sampai debat. Tak lupa juga Fashion Show yang kembali lagi pada tahun ini.

BULBA tahun ini mengusung tema “Menumbuhkan Semangat Generasi Muda dalam Menjaga Persatuan melalui Kreativitas dan Ekspresi Bahasa serta Budaya”. Perlombaan BULBA dimulai pada tanggal 30 September 2026 dan puncak acara dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2026. Lebih meriah dibandingkan tahun lalu, BULBA kali ini mengundang seorang guest star! Penasaran, kan? Nah, maka dari itu, yuk simak terus! 

P-assangers, sebelum kita masuk ke puncak acara, P-assangers tahu gak sih kenapa kita selalu merayakan BULBA? Nah! Tujuan dari BULBA sempat disampaikan oleh Rauuf lewat sambutannya selaku Ketua Pelaksana BULBA 2026. Dan tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk membangkitkan kecintaan kita terhadap keberagaman budaya serta bahasa dan melanjutkan warisan Sumpah Pemuda. Gimana-gimana? Udah paham betul kan kenapa kita harus merayakan BULBA?

Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan Sumpah Pemuda oleh perwakilan MPK dan OSIS yang dipimpin oleh Keanu dan Vania. Pembacaan Sumpah Pemuda inilah yang menjadi pemantik semangat kebersamaan pada puncak acara BULBA 2026. Tak hanya itu, penampilan Kayla yang memukau saat menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka” mampu menyentuh hati dan membangkitkan rasa cinta tanah air pada para audiens. Selanjutnya, audiens kembali dibuat terpukau dengan penampilan Tari Kinang Kilaras dan Nandak Ajer dari Cleotatra Betawi. Lenka, salah satu penari, menjelaskan bahwa salah satu makna dari tari Kinang Kilaras adalah keramahan. Wah, P-assangers, ternyata lewat penampilan Cleotatra Betawi ini, kita jadi tahu ya kalau budaya-budaya kita itu selalu bermakna!

Panggung BULBA 2026 kemudian diwarnai oleh perwakilan Fashion Show dari kelas X-1 hingga XI-8. Mereka membawakan semangat juang pahlawan-pahlawan Indonesia dari berbagai provinsi ke atas panggung lewat act out dan orasi yang ciamik. Tak lupa tentunya kostum mereka yang beragam, mulai dari Cut Nyak Dien asal Aceh, Tuanku Imam Bonjol asal Sumatera Barat, hingga Nyi Ageng Serang asal Jawa Tengah. Fashion Show diakhiri dengan parade Fashion Show yang menunjukkan bahwa semangat cinta tanah air masih membara hingga sekarang. 

Kemudian, setelah berakhirnya sesi fashion show, acara dilanjutkan dengan penampilan yang menawan dari Cleopatra Ratoh Jaroe. Lewat penampilannya, mereka membawakan lantunan-lantunan pujian dari negeri Aceh. Semangat yang ditampilkan oleh penari-penari Cleotatra Ratoh lewat petikan jari dan gerakan tepukan yang kompak dan rapi, mampu mengguncang panggung BULBA 2026.

P-assengers, ini dia yang ditunggu-tunggu! Hadirnya guest star kita sebagai narasumber di kegiatan talk show, Sadam Permana, lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 2023.Tema talk show yang dibawakan adalah “Speak out, Stand up, The Power of Your Voice”. Sadam bercerita bahwa awalnya di Universitas Indonesia, ia sempat merasa salah jurusan setelah masuk Fakultas Hukum. Ini dikarenakan ia merasa terlalu banyak permasalahan di negara Indonesia. Lalu ia diajak oleh temannya untuk mengikuti lomba debat. Di era di mana flexing menjadi tren di media sosial, Sadam mengunggah dokumentasi lomba debat yang diikutinya tanpa ekspektasi tinggi dengan tujuan edukasi. Ia sempat kebingungan ketika melihat video yang diunggahnya menjadi viral. Sejak saat itu, Sadam konsisten untuk speak out dan mengkritisi kasus-kasus trending yang beredar sampai beberapa kali hadir dalam acara podcast. Menurutnya, itulah caranya menjaga konsistensi eksistensi di media sosial, yaitu dengan melakukan suatu kegiatan secara berulang dan tidak mengurangi porsinya.

Sadam juga menyatakan bahwa semua orang bisa public speaking dengan cara berlatih. Ia berkata bahwa public speaking bukanlah bakat, tetapi suatu skill yang dapat dilatih dengan cara berbicara dan berkomunikasi. Ia menjelaskan bahwa dalam debat, mosi harus dilihat sebagai pertanyaan yang harus dicari solusinya. Maka, dalam debat diharuskan verifikasi tiga langkah, yaitu latar belakang masalah, argumentasi, dan solusi. 

Talk show ditutup dengan sesi tanya jawab. Di antara banyaknya pertanyaan, salah satunya berbunyi, “Cara mengatasi dilema fakta empiris dan norma manusia di lapangan atau realitasnya?” Sadam menjawab bahwa langkah pertama adalah memastikan sumber fakta dan data terpercaya dan dapat diverifikasi. Jikalau hasilnya berbeda dari realitasnya di lapangan atau tidak maksimal, maka kita harus mengambil tanggung jawab dan meminta maaf atas kesalahan dalam penyampaian data. Gimana, P-assengers? Insightful banget, kan?

Suasana acara berubah menjadi penuh semangat membara dengan dipertemukannya dua tim unggulan untuk final lomba debat dengan mosi, “Prioritas utama pemerintah untuk investasi sistem pencegahan KARHUTLA berbasis teknologi dibandingkan dengan penegakan hukum konvensional,” yaitu Tim Selapanalar dari kelas XI-8 sebagai tim oposisi dan Tim Debatin yang beranggotakan gabungan dari XI-3 dan XI-4 sebagai tim afirmasi. Alhasil, juara 1 lomba debat BULBA 2026 dimenangkan oleh tim Debatin. Lomba debat juga memberikan kategori best speaker yang diraih oleh Farrel. “Brainstorming sebelum memulai membutuhkan waktu setengah jam, lalu dilanjutkan dengan menginternalisasi mosi.” ucap Farrel mengenai persiapan dalam mengikuti lomba debat.

P-assengers, acara belum berakhir lho! Waktunya pengumuman pemenang-pemenang seluruh lomba yang diadakan dalam BULBA tahun ini! Ditambah lagi, special performance mendongeng “Legenda Keong Mas” yang menggetarkan hati penonton dari Naura X-3, juara 1 lomba mendongeng. Lalu, terdengar suara nyanyian begitu indah dan memukau dari Aisyah Aqillah XI-3, juara 1 lomba vokal putri yang membawakan lagu “Mencintaimu”. “Sangat bersyukur dan tidak menyangka akan menang karena melihat banyak yang lebih berpengalaman. Contohnya, kakak kelas yang dulu pernah ikut lomba FLS2N. Persiapannya gak terlalu jauh, bahkan hari sebelumnya karena mental sudah terbiasa membaca puisi dari SD, tetapi tetap matang dengan latihan terus-menerus.” ujar Nasya X-4, pemenang juara 2 dalam lomba membaca puisi.

Tidak kalah seru dari pembukaan, tentu BULBA juga diakhiri dengan heboh nan meriah, P-assengers! Penonton menyanyi bersama dengan Band Tranceso ‘29, “Delay”, yang memainkan lagu “Aku Cinta Kau dan Dia” karya Ahmad Dani dan “Don’t Look Back in Anger” by Oasis. Momen terasa diromantisasi oleh simfoni yang dihasilkan oleh keyboard yang selaras dengan kuatnya gitar listrik dan vokal yang indah, serta alat musik lainnya. Ditutup dengan Oasis kembali, “Stand By Me” oleh Band Tranceso ‘28 yang drum dan suara kuat penyanyi mengajak penonton bersorak dan melompat-lompat penuh energi sampai akhir.

“Merasa senang banget karena tahun ini merasakan langsung sebagai ketua pelaksana dan merasakan capeknya juga. Sebelumnya, tahun lalu juga sempat menjadi panitia di MPK. Alhamdulillah, BULBA tahun ini terlaksana dengan lancar. Walaupun tidak ada acara yang sempurna, BULBA tahun ini sesuai ekspektasi dan harapan dengan adanya perubahan pada lomba-lomba dan penutup acara,” jelas Rauuf, ketua pelaksana BULBA.

Nah, P-assangers, itulah dia keseruan dari puncak acara Bulan Bahasa 2026! Semoga momen-momen berkesan pada BULBA 2026 dapat terabadikan, salah satunya dengan artikel ini ya! Terima kasih kepada P-assangers yang sudah menyimak artikel ini dan turut berpartisipasi pada BULBA 2026. Sampai jumpa di artikel Lapsat Lens selanjutnya ya, P-assangers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *